BATU BARA, Bundarantimes.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan yang digagas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, sekaligus selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo. Salah satu langkah nyata yang dilakukan yakni membuka lahan pertanian baru dengan melibatkan sinergi bersama masyarakat sekitar.
Lahan seluas kurang lebih 200 meter persegi yang berada tepat di depan Lapas merupakan milik warga yang dengan sukarela memberikan izin untuk dikelola. Pembukaan lahan dilakukan oleh para Tamping Kegiatan Kerja, yaitu warga binaan yang sudah memenuhi syarat untuk beraktivitas di luar tembok Lapas.
Kepala Lapas Labuhan Ruku, Soetopo Berutu, menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk kontribusi nyata Lapas dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.
“Program ketahanan pangan yang kita jalankan di Lapas Labuhan Ruku ini merupakan implementasi dari arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo. Melalui pembukaan lahan baru, kami berharap warga binaan dapat berperan aktif sekaligus memperoleh pengalaman kerja yang bermanfaat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kasi Kegiatan Kerja Franda Wijaya, Kasubsi Pengolahan Hasil Kerja Amsah, Kasubsi Sarana Kerja Yosua Sagala, serta staf kegiatan kerja. Franda Wijaya menambahkan bahwa lahan tersebut akan segera dimanfaatkan dengan menanam kangkung sebagai tahap awal.
“Kangkung dipilih karena mudah dibudidayakan dan cepat dipanen, sehingga hasilnya bisa segera dirasakan,” jelasnya.
Melalui langkah ini, Lapas Labuhan Ruku berharap program ketahanan pangan dapat berkesinambungan, memberi manfaat nyata bagi pembinaan warga binaan, serta menciptakan hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar.
















