Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 14 Sep 2023 15:26 WIB

Penanganan Stunting Menjadi Prioritas Pemkab Batu Bara


 Penanganan Stunting Menjadi Prioritas Pemkab Batu Bara Perbesar

BATU BARA, Bundarantimes.com – Bupati Batu Bara melalui Plt. Dinas Kesehatan P2KB Batu  Bara, dr Deny Syahputra menegaskan stunting merupakan persoalan kritis yang harus segera ditangani dengan melibatkan multisektor pemangku kepentingan yang ada dari level Kelurahan/Desa hingga Pemerintah Pusat.

“Stunting Menjadi prioritas Pemkab Batu Bara, sejak tahun 2020 sampai dengan 2024,”Ucap Deni saat Desiminasi audit kasus Stunting di Kabupaten Batu Bara tahun 2023 di aula Banyu Wangi Kelurahan Lima Puluh Kota Kecamatan Lima Puluh, Rabu (13/9/23).

Dijelaskannya, bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

“Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, tetapi stunting baru nampak setelah anak berusia 2 tahun,”katanya.

Diungkapkan, angka prevelensi stunting di Kabupaten Batu Bara  berdasarkan SSGI tahun 2021 berada di angka 30,9%.

Sedangkan di tahun 2022 angka stunting Kabupaten Batu Bara turun menjadi 21,7 %. “Ini merupakan penurunan yang baik dan mari kita bekerja sama agar target di tahun 2024 dapat tercapai dalam angka 14%. Oleh sebab itu, untuk mewujudkan ini, perlu ada konvergensi penanganan stunting dengan melibatkan para stakeholder di Kabupaten Batu Bara”, pintanya.

Terkait pelaksanaan audit kasus stunting disebutkan sebagai salah satu upaya perumusan strategi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Batu Bara

“Pelaksanaan audit kasus stunting ini sesuai dengan amanah Perpres No. 72 tahun 2022 pasal 8 ayat 3. Sesuai dengan amanah Perpres ini, tujuan pelaksanaan Audit Kasus Stunting (AKS) adalah untuk mencari penyebab terjadinya kasus stunting sebagai upaya pencegahan terjadinya kasus serupa”, jelasnya.

Dikatakannya, TPPS Kabupaten Batu Bara telah mengeluarkan SK Tim Teknis dan Tim Pakar AKS dan Tim Audit kasus stunting Kabupaten Batu Bara. Sedangkan Tim Audit kasus stunting ini terdiri dari Tim Teknis dan Tim Pakar.

Tim Teknis berasal dari OPD-OPD  yang terkait dengan pelaksanaan stunting antara lain Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Kepala Puskesmas. Sementara Tim Pakar berasal dari dokter spesialis anak, obgyn, ahli gizi, dan psikolog.

Diungkapkan Bupati, Tim Teknis AKS  sudah melaksanakan identifikasi terhadap kasus stunting yang terdiri dari balita dan baduta (bawah dua tahun) di Kecamatan Air Putih di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Lima Puluh di Desa Perkebunan Kwala Gunung dan Kecamatan Datuk Tanah Datar di Desa Karang Baru.

Sementara itu diketahui ibu hamil beresiko ada di Kecamatan Sei Balai di Desa Sei Bejangkar. Calon Pengantin (Catin) beresiko ada di Kecamatan Tanjung Tiram di Desa Bagan Dalam. Ibu nifas beresiko serta ibu menyusui ada di Kecamatan Tanjung Tiram di Desa Bagan Dalam.

Pada akhir sambutannya yang dibacakan dr Deni, Bupati Zahir  berharap pelaksanaan deseminasi audit kasus stunting ini dapat merumuskan rencana kerja percepatan penurunan stunting di Kabupaten Batu Bara.

Artikel ini telah dibaca 151 kali

badge-check

Redaksi

Iklan 2
Baca Lainnya

Dinkes Sumut dan Dinkes PPKB Batu Bara Monitoring Dapur SPPG Mangkai Lama dan Lima Puluh Kota

4 Agustus 2026 - 11:20 WIB

Dinkes PPKB Batu Bara Laksanakan Supervisi Fasilitatif Pembudayaan Hidup Sehat di UPT Puskesmas Lalang

4 Agustus 2026 - 11:14 WIB

Dinkes PPKB Batu Bara Gelar Koordinasi dan Advokasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis Tahun 2026

4 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Dinkes PPKB Batu Bara Laksanakan Supervisi Fasilitatif Pembudayaan Hidup Sehat di UPT Puskesmas Indrapura

4 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Dinkes PPKB Batu Bara Gelar Pelatihan Keamanan Pangan Olahan Siap Saji bagi Penjamah Makanan SPPG

4 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Dinkes PPKB Batu Bara Optimalkan Program Kesehatan Keluarga dan Gizi Melalui Supervisi

4 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Trending di Kesehatan
Iklan 1
Presiden RI 2024