BATU BARA, Bundarantimes.com – Lingkungan hidup yang kita nikmati hari ini bukan hanya milik generasi sekarang, melainkan warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.
Menjaga alam berarti menjaga kualitas udara, ketersediaan air, serta keberlangsungan kehidupan yang menjadi fondasi masa depan.
Sebagai perusahaan yang mendapat amanah dari pemerintah untuk mengelola sumber daya alam, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Komitmen tersebut diwujudkan tidak hanya melalui proses produksi yang bertanggung jawab, tetapi juga melalui pengembangan ekosistem industri hijau yang mengedepankan keberlanjutan, efisiensi sumber daya, dan tanggung jawab terhadap alam.
Melalui langkah tersebut, INALUM berupaya membangun fondasi industri yang tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat secara berkelanjutan.
Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut adalah penerbitan Environmental Product Declaration (EPD) untuk produk Aluminium Ingot G1, yang telah terdaftar dalam The International EPD System dan berlaku hingga tahun 2030. Sertifikasi ini menjadi bukti transparansi perusahaan dalam mengukur serta mengomunikasikan dampak lingkungan dari produknya.
Selain itu, dalam periode 2022–2024, INALUM juga aktif melaksanakan program rehabilitasi lingkungan. Perusahaan telah merehabilitasi kawasan mangrove seluas 22,9 hektare dengan menanam lebih dari 114.250 bibit mangrove di Kabupaten Batu Bara.
Tidak hanya itu, sekitar 515.000 pohon juga telah ditanam di area seluas 1.130 hektare di kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba.
Berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan nyata INALUM dalam menjaga kelestarian ekosistem dan lingkungan hidup di sekitar wilayah operasional perusahaan, sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.














