Batu Bara, Bundarantimes.com — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Batu Bara menyatakan dukungan penuh terhadap program 100 hari kerja Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si. Dukungan ini diwujudkan melalui percepatan implementasi Universal Health Coverage (UHC) Non Cut Off sebagai salah satu program prioritas di bidang kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Deni Syahputra, menegaskan pihaknya siap menjalankan berbagai kebijakan strategis Bupati, terutama yang berkaitan langsung dengan peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan.
“Program UHC Non Cut Off ini adalah langkah nyata mendukung visi Bupati Baharuddin Siagian. Kami ingin memastikan seluruh masyarakat Batu Bara, khususnya yang kurang mampu, bisa memperoleh layanan kesehatan secara mudah dan merata,” ujar dr. Deni, Senin.
Sebagai wujud komitmen, Pemkab Batu Bara mengalokasikan lebih dari Rp20 miliar dalam RAPBD 2025 untuk menanggung iuran BPJS Kesehatan bagi 46.947 jiwa peserta kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP).
Dengan sistem non cut off, kepesertaan bisa aktif dalam 1×24 jam hanya dengan KTP, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tertunda mendapat layanan kesehatan karena persoalan administrasi.
Bupati Baharuddin dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa peningkatan layanan publik, khususnya kesehatan, adalah prioritas utama 100 hari kerja.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi masyarakat Batu Bara yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan hanya karena kendala biaya atau administrasi,” tegasnya.
Dr. Deni menambahkan, Dinas Kesehatan akan terus melakukan evaluasi serta menggandeng seluruh elemen masyarakat agar program ini tepat sasaran.
“Kami berharap dukungan masyarakat dalam mengawasi jalannya program ini, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh warga Batu Bara,” pungkasnya.
















