Menu

Mode Gelap

Nasional · 9 Feb 2026 20:55 WIB

Danantara Indonesia Resmikan Enam Proyek Hilirisasi Fase I Senilai US$7 Miliar


 Danantara Indonesia Resmikan Enam Proyek Hilirisasi Fase I Senilai US$7 Miliar Perbesar

Jakarta, Bundarantimes.com– BPI Danantara Indonesia resmi memulai pembangunan enam proyek hilirisasi fase I yang tersebar di 13 lokasi di Indonesia, dengan total nilai investasi mencapai US$7 miliar. Proyek-proyek ini ditujukan untuk memperkuat sektor riil, meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Peresmian yang digelar secara serentak pada Jumat, 6 Februari 2026 tersebut menandai dimulainya implementasi proyek prioritas hilirisasi lintas sektor, meliputi energi, pangan, mineral, dan logam. Secara keseluruhan, proyek ini diperkirakan mampu menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan program hilirisasi merupakan agenda strategis yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, hilirisasi akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat kemandirian industri nasional.

“Proyek-proyek ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi perekonomian, baik melalui penciptaan nilai tambah industri maupun penyerapan tenaga kerja. Ke depan, hilirisasi akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” ujar Rosan.

Salah satu proyek strategis yang diresmikan adalah fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi alumina dan aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini digarap oleh MIND ID bersama INALUM dan ANTAM.

Fasilitas tersebut mencakup pembangunan smelter aluminium baru berkapasitas 600.000 metrik ton per tahun serta Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II berkapasitas 1 juta metrik ton alumina per tahun. Proyek ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan mineral nasional sekaligus menjamin pasokan bahan baku industri manufaktur dalam negeri.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menjelaskan proyek ini mampu meningkatkan nilai tambah hingga 70 kali lipat, dari bauksit mentah menjadi alumina dan aluminium.

“Hadirnya fasilitas ini akan memperkuat kemampuan produksi aluminium dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan cadangan devisa negara,” kata Maroef.

Ia menambahkan, ketika smelter aluminium baru beroperasi, cadangan devisa diperkirakan meningkat 394 persen, dari Rp11 triliun menjadi Rp52 triliun per tahun. Selain itu, pelaku industri manufaktur akan memperoleh kepastian pasokan bahan baku dari dalam negeri.

Peresmian proyek tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Barat, Anggota DPR RI Komisi XII, Bupati Mempawah, Raja Mempawah XIV, Dewan Adat Dayak, serta jajaran direksi dan komisaris MIND ID, ANTAM, Bukit Asam, INALUM, dan PT Borneo Alumina Indonesia.

Program hilirisasi ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk mempercepat transformasi ekonomi melalui peningkatan nilai tambah sumber daya domestik, penguatan sektor riil, serta pembangunan industri yang berdaya saing dan berkelanjutan. Danantara Indonesia bersama BUMN memastikan proyek-proyek prioritas tersebut berjalan tepat waktu dan memberikan dampak ekonomi nyata. (Red)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Iklan 2
Baca Lainnya

INALUM Gandeng POLRI, Tingkatkan Sistem Pengamanan Nasional

23 Juli 2025 - 13:24 WIB

INALUM Kembali Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Ajang TOP CSR Awards 2025

12 Juni 2025 - 13:28 WIB

HUT RI ke-79, Lapas Labuhan Ruku Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara Gelar Upacara

17 Agustus 2024 - 14:15 WIB

Ditjenpas Luncurkan Standar dan Modul Perlakuan Anak Kasus Terorisme

13 Juni 2024 - 00:09 WIB

Mentri PUPR Apresiasi TNI – Polri Amankan WWF

22 Mei 2024 - 14:08 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol KUTEPAT dan Ruas Tol Indrapura – Kisaran

7 Februari 2024 - 19:24 WIB

Trending di Nasional
Presiden RI 2024