Menu

Mode Gelap

Hukum · 11 Agu 2023 14:54 WIB

Menkumham Ajak Pelaku Bisnis Sinergi Dengan Pemerintah Perangi Perdagangan Orang


 Menkumham Ajak Pelaku Bisnis Sinergi Dengan Pemerintah Perangi Perdagangan Orang Perbesar

SANUR, Bundarantimes.com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly, mengajak para pelaku bisnis untuk bersinergi bersama pemerintah memerangi perdagangan orang. Hal ini disampaikan Menkumham saat memberikan sambutan pada Government and Business Forum (GABF) di Hyatt Regency Sanur, Bali, Kamis (10/8).

“Perdagangan orang yang terkait dengan penipuan online telah menjadi masalah besar. Untuk itu saya mengajak para pebisnis muda untuk bersama-sama pemerintah memerangi perdagangan orang,” ujar Yasonna di hadapan para peserta GABF yang merupakan young technopreneurs.

Lebih lanjut Menkumham menyampaikan, banyaknya praktek bisnis yang tidak etis mendorong indonesia untuk membentuk gugus tugas dalam pencegahan dan penanganan perdagangan orang. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam memerangi perdagangan manusia. ”Di tingkat bilateral kami telah melakukan banyak perjanjian dengan negara-negara asing tentang bantuan timbal balik, ekstradisi, dan kerja sama hukum,” lanjutnya.

 

Hadir dalam kegiatan GABF kali ini, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno.L.P. Marsudi, (Co-Chair Bali Proses RI), Menlu Australia Penny Wong (Co-chair Bali Proses Australia).

Di akhir sambutannya, Menkumham menyampaikan pentingnya penggunaan teknologi untuk mencegah kejahatan transnasional. Di sisi lain, teknologi canggih membuat kejahatan transnasional meningkat karena penjangkauannya global. Indonesia juga berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investor asing, didukung oleh reformasi hukum untuk meningkatkan kemudahan Berbisnis di Indonesia. “Kita juga harus bisa memanfaatkan teknologi canggih untuk menangkal kejahatan transnasional. Mempromosikan kerja sama melalui teknologi digital, dan platform media sosial untuk memerangi perdagangan manusia adalah cara yang efektif. Kita harus menetapkan alat dan pedoman praktis serta berbagi praktik terbaik di bawah keterlibatan GABF dengan pemangku kepentingan lainnya,” tandas Yasonna.

Government and Business Forum merupakan forum bersama yang diinisiasi oleh Australia dan Indonesia, yang berawal dari timbulnya banyak kasus perdagangan orang, dimana sektor swasta memiliki peran yang sangat penting dalam memerangi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Turut hadir dalam kegiatan GABF kali ini, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno.L.P. Marsudi, (Co-Chair Bali Proses RI), Menlu Australia Penny Wong (Co-chair Bali Proses Australia) yang hadir secara daring, Garibaldi Thohir (Co-chair GABF RI), Andrew Forest (Co-chair GABF Australia), pelaku bisnis, perwakilan kementerian/lembaga, aktifis, selebriti dan beberapa perwakilan negara anggota.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Redaksi

Iklan 2
Baca Lainnya

Kapolres Batu Bara Minta Tindak Tegas Peredaran Narkoba Judi dan Geng Motor

15 Juni 2024 - 12:11 WIB

Cegah Kejahatan, Bhabinkamtibmas Harus Berkolaborasi Dengan Warga

14 Juni 2024 - 09:49 WIB

7 Kg Ganja, 375 Gram Sabu Dimusnahkan, Begini Kata Kapolres Batu Bara

13 Juni 2024 - 11:07 WIB

18 Bungkus Paket Sabu Berhasil Digagalkan Satresnarkoba Polres Batu Bara

13 Juni 2024 - 09:59 WIB

Ditjenpas Luncurkan Standar dan Modul Perlakuan Anak Kasus Terorisme

13 Juni 2024 - 00:09 WIB

Setubuhi Berkali – Kali, Pelaku Pencabulan Dibawah Umur Diamankan Satreskrim Polres Batu Bara

12 Juni 2024 - 22:03 WIB

Trending di Hukum