BALI, Bundarantimes.com – PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat industri mineral dan logam nasional agar semakin kompetitif di pasar internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi INALUM dalam ajang International Critical Minerals and Metals Summit: Indonesia 2026 yang berlangsung di Bali pada 27–30 September 2026.
Forum internasional yang mempertemukan pelaku industri, investor, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara ini menjadi wadah strategis untuk membahas perkembangan industri mineral kritis, penguatan rantai pasok global, serta peluang investasi dan hilirisasi mineral di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Keuangan INALUM, Ken Permana, hadir sebagai panelis dalam sesi bertajuk “Indonesia in the Global Aluminium Value Chain: Where Does It Really Compete?”
Sesi diskusi tersebut mengangkat posisi Indonesia dalam rantai nilai aluminium global, termasuk peluang dan tantangan yang dihadapi industri aluminium nasional dalam meningkatkan daya saing di tengah persaingan pasar internasional.
Pembahasan turut menyoroti pentingnya penguatan industri dari hulu hingga hilir, mulai dari bauksit sebagai bahan baku, alumina sebagai produk hasil pengolahan, hingga aluminium sebagai produk bernilai tambah yang memiliki peran strategis dalam berbagai sektor industri.
Partisipasi INALUM dalam forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat perspektif industri terhadap dinamika pasar global sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan sektor mineral dan logam nasional.
Melalui penguatan hilirisasi, Indonesia diharapkan tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah, tetapi juga mampu meningkatkan produksi dan nilai tambah di dalam negeri sehingga memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Keikutsertaan Ken Permana sebagai panelis juga mencerminkan keterlibatan INALUM dalam diskusi strategis mengenai masa depan industri aluminium Indonesia, khususnya dalam membangun rantai nilai yang lebih kuat, efisien, dan berdaya saing.
Ke depan, penguatan industri bauksit, alumina, dan aluminium diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, mendorong investasi, serta meningkatkan posisi Indonesia dalam ekosistem industri logam dunia.
Melalui partisipasi dalam forum internasional ini, INALUM menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan industri aluminium nasional yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah, penguatan daya saing, dan perluasan peran Indonesia di pasar global.















