Menu

Mode Gelap
Rakercab Repdem 5 Kabupaten Tegaskan Hattrick 2024 Bane Goes To School, Bane Raja Manalu Motivasi Pelajar SMA Negeri 1 Tanjung Tiram Bane Raja Manalu Kabulkan Kekayaan Intelektual Pelaku UMKM di Batu Bara, 7 Sertifikat Merek Diberikan Laksanakan Perintah Kapolri, 7 Tersangka Perjudian Ditangkap Polres Batu Bara BNNK Batu Bara Gelar Workshop P4GN Bersama Pemerintah dan Lapas 

Uncategorized · 31 May 2022 00:23 WIB ·

Peringati Hari Pancasila, ‘Bane Raja Manalu’ Ajak Generasi Muda Menjadi Perekat Pancasila


 Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM, Bane Raja Manalu Perbesar

Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM, Bane Raja Manalu

SIANTAR, Bundarantimes.com – Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM, Bane Raja Manalu mengajak generasi muda bangsa Indonesia menjadi perekat Pancasila. Hal demikian diungkapkan saat menjadi pemateri dalam diskusi publik memperingati Hari Lahir Pancasila.

Kegiatan tersebut bertajuk Soekarno dan Pancasila yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Pematangsiantar di 2D Point Cafe Jalan Farel Pasaribu, Kota Pematangsiantar, Senin (30/5/2022).

Kegiatan bertajuk Soekarno dan Pancasila yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Pematangsiantar

Lanjut Bane, yang juga merupakan Komisaris Waskita Realty, menjelaskan Pancasila adalah perekat Indonesia.

“Pertanyaannya, apa yang harus dibuat generasi muda bangsa ini menjadi perekat Pancasila. Bukan kemudian menghakimi orang lain,”Terang Bane.

“Indonesia lahir dari keberagaman. Hal itu yang selalu disampaikan Bung Karno. Itu juga yang disampaikan Bu Megawati Soekarno Putri. Saya yakin, bahkan peserta yang hadir yang diantaranya adalah mahasiswa adalah lokomotif perubahan. Generasi pemersatu bangsa,”Sambung pendiri BAGAK ini.

Indonesia tetap ada karena keberagaman. Gotong royong adalah ciri khas Indonesia. Dari gotong royong akan lahir keadilan sosial. Dengan gotong royong juga akan melahirkan generasi muda yang bertalenta.

“Maka dari itu, toleransi bukan memaksakan kehendak kita kepada orang lain. Harapan saya ke depan nilai toleransi di Siantar-Simalungun semakin meningkat. Di mana saat ini kita ketahui rangking toleransi di Siantar menurun,” katanya.

Menurut alumni Universitas Indonesia ini bahwa implementasi Pancasila adalah perbuatan yang bisa dilakukan dan bermanfaat bagi banyak orang. Mendistribusikan yang dimiliki untuk bermanfaat bagi orang lain. Gotong royong itu adalah saling kerjasama.

Bane menjelaskan Pancasila adalah perekat Indonesia

“Mari kita saling menjaga keberagaman. Jaga toleransi. Tingkatkan sosial dan gotong royong. Kalau kita merasa kena pukul itu sakit, jangan pukul orang. Kalau kita tahu berkhianat itu sakit, jangan mengkhianati orang. Kalau kita tahu tak enak dikata-katai, maka jangan kata-katai orang,” ungkapnya.

Turut sebagai narasumber, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Siantar, Suandi Sinaga, Pengamat politik dan tokoh masyarakat, Kristian Silitonga. Seminar tersebut dihadiri generasi muda Siantar-Simalungun, mahasiswa Siantar-Simalungun, LSM dan insan pers.

Iklan 1
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Lapas Labuhan Ruku Kemenkumham Sumut Sosialisasi Dan Screening HIV AIDS Ke WBP

21 June 2022 - 14:48 WIB

PT Taspen Medan Gelar Rekonsiliasi, Pemkab Batubara Raih Penghargaan Peringkat 1 Kualitas Data ASN

14 June 2022 - 11:49 WIB

Jasad Eril Anak Sulung Ridwan Kamil, Ditemukan di Air Engehalde

9 June 2022 - 21:49 WIB

Bocah Tayamum hingga Salat dalam Bus, Netizen: Semoga Selalu Dilindungi Allah Anak Saleh

9 June 2022 - 14:47 WIB

Pak Kades Diduga Selingkuh Dengan Bu Kades, Warga Segel Kantor Desa hingga Reaksi Tegas Kapolres

8 June 2022 - 16:24 WIB

Lelaki Paruh Baya Terseret Arus Sungai Singgabus Saat Hendak Mencari Nafkah

5 June 2022 - 23:34 WIB

Trending di Opinia