Menu ✖

Mode Gelap

Budaya · 11 Okt 2026 10:46 WIB

Menjunjung Marwah, Merawat Warisan: Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid 7 Menggema


 Menjunjung Marwah, Merawat Warisan: Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid 7 Menggema Perbesar

 

BATU BARA – Kabupaten Batu Bara patut berbangga. Komitmen dalam melestarikan adat dan budaya Melayu melalui Gebyar Batu Bara Bertanjak kini mendapat pengakuan di tingkat nasional. Gebyar Batu Bara Bertanjak 2026 resmi terpilih sebagai salah satu dari 125 event yang masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, sebuah program strategis Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk mendorong pengembangan pariwisata berbasis event dan kekayaan budaya daerah.

Terpilihnya Gebyar Batu Bara Bertanjak 2026 menjadi pencapaian membanggakan bagi masyarakat Batu Bara. Pasalnya, event ini harus melalui proses kurasi yang ketat dan bersaing dengan ratusan event dari berbagai daerah di Indonesia. Pencapaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kekayaan budaya Melayu memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi daya tarik pariwisata nasional.

Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII yang berlangsung pada 10–16 Oktober 2026 tidak hanya menjadi ruang perayaan budaya, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas Melayu, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan leluhur.

Ketua Komunitas Batu Bara Bertanjak, Haris Candra, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan atau hiburan, melainkan bagian dari upaya menjaga marwah dan identitas masyarakat Melayu agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, kebudayaan merupakan warisan berharga yang harus dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, generasi muda perlu dilibatkan secara aktif dalam berbagai kegiatan yang mendekatkan mereka dengan adat, tradisi, dan nilai-nilai luhur masyarakat Melayu.

“Melalui Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII ini, kami ingin mengajak generasi muda agar bangga menjadi bagian dari masyarakat Melayu. Jangan sampai kita lebih mengenal budaya luar, tetapi justru melupakan budaya sendiri. Kita harus mengenal akar, menjaga identitas, dan meneruskan warisan leluhur kepada generasi berikutnya,” ujar Haris Candra.

Ia menjelaskan, tanjak bukan semata-mata penutup kepala tradisional, melainkan simbol kebanggaan terhadap identitas Melayu, penghormatan terhadap adat, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga marwah dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat.

KEN 2026: Dari Pelestarian Budaya Menuju Penguatan Pariwisata Nasional

Karisma Event Nusantara atau KEN merupakan program strategis Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang bertujuan mempromosikan event unggulan daerah, memperkuat daya tarik destinasi wisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyelenggaraan kegiatan berbasis seni, budaya, tradisi, dan kreativitas masyarakat.

Melalui program ini, berbagai event daerah yang memiliki keunikan, daya tarik, dan potensi pariwisata diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas. Dengan demikian, kekayaan budaya Indonesia tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga dapat menjadi kekuatan dalam mengembangkan pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dampak program KEN juga terlihat dari capaian sepanjang 2025. Berdasarkan data yang disampaikan dalam informasi kegiatan, rangkaian event KEN mendorong lebih dari 10 juta kunjungan wisatawan dengan perputaran ekonomi mencapai Rp17,01 triliun, sekaligus melibatkan ribuan tenaga kerja, pelaku seni, komunitas, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Capaian tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan event budaya memiliki peluang besar untuk memberikan manfaat yang lebih luas. Selain menjaga keberlangsungan tradisi, kegiatan budaya juga dapat menggerakkan perekonomian lokal, membuka peluang usaha, serta memperkuat posisi daerah sebagai destinasi wisata yang memiliki karakter dan keunikan tersendiri.

Dalam konteks tersebut, terpilihnya Gebyar Batu Bara Bertanjak 2026 sebagai bagian dari KEN 2026 menjadi peluang strategis bagi Kabupaten Batu Bara untuk semakin memperkenalkan kekayaan budaya Melayu kepada masyarakat Indonesia.

Hadirkan Hiburan, Perkuat Identitas Melayu

Ketua Panitia Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII, Darmawan Sarianto NST, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang kebersamaan yang memadukan hiburan, silaturahmi, dan semangat mencintai kebudayaan daerah.

Menurutnya, pendekatan yang menarik dan melibatkan berbagai kalangan menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Melayu, khususnya di kalangan generasi muda.

Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII menghadirkan sejumlah penyanyi dan pengisi hiburan, di antaranya Alhafiz, Lebah Begantong, Albi sebagai penyanyi lokal kebanggaan Batu Bara, serta sejumlah penampil lainnya.

Kehadiran para pengisi acara diharapkan mampu menambah semarak kegiatan sekaligus menarik minat masyarakat untuk hadir dan terlibat dalam perayaan budaya tersebut.

“Harapan kami, Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap budaya Melayu. Kita ingin generasi muda mengenal adatnya, menghargai sejarahnya, dan bangga dengan identitasnya sebagai masyarakat Melayu Batu Bara,” ungkap Darmawan.

Ia menambahkan, keberhasilan sebuah event budaya tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga tradisi serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Karena itu, keterlibatan masyarakat, komunitas budaya, pelaku seni, dan UMKM menjadi bagian penting dalam menjadikan Gebyar Batu Bara Bertanjak sebagai kegiatan yang memberikan dampak positif bagi daerah.

Melestarikan Budaya, Menggerakkan Ekonomi Masyarakat

Bagi masyarakat Melayu, adat dan budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari jati diri. Nilai-nilai seperti kesantunan, penghormatan kepada orang tua, memuliakan tamu, gotong royong, musyawarah, serta menjaga tutur kata merupakan warisan luhur yang patut dipertahankan.

Kabupaten Batu Bara memiliki kekayaan tradisi Melayu yang menjadi bagian penting dari identitas dan sejarah daerah. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat dalam bidang pendidikan budaya, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan masuknya Gebyar Batu Bara Bertanjak 2026 ke dalam KEN 2026, terbuka peluang yang lebih besar untuk memperkenalkan Batu Bara sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya sekaligus potensi wisata yang layak diperhitungkan.

Momentum ini juga diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku seni lokal untuk berkarya, komunitas budaya untuk berkembang, serta UMKM untuk memasarkan produk unggulannya kepada pengunjung.

Dengan demikian, masyarakat yang hadir bukan hanya menjadi penonton pertunjukan, melainkan juga bagian dari gerakan pelestarian budaya, penguatan ekonomi lokal, dan pengembangan pariwisata Indonesia.

Modernisasi bukan alasan untuk meninggalkan tradisi. Sebaliknya, generasi muda harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budayanya. Pelestarian budaya harus terus dilakukan melalui keteladanan, pendidikan, dan keterlibatan aktif masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Batu Bara Bertanjak, Melayu Bermarwah

Terpilihnya Gebyar Batu Bara Bertanjak 2026 sebagai salah satu dari 125 event dalam Karisma Event Nusantara 2026 merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama. Pengakuan di tingkat nasional ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan penyelenggaraan event yang semakin berkualitas, berdampak, dan berkelanjutan.

Melalui semangat kebersamaan, Komunitas Batu Bara Bertanjak mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mendukung pelestarian adat dan budaya Melayu, sekaligus menjadikan kekayaan tradisi sebagai kekuatan dalam membangun pariwisata dan perekonomian daerah.

Gebyar Batu Bara Bertanjak diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat, tetapi juga berkembang sebagai identitas budaya yang mampu mengangkat nama Kabupaten Batu Bara di tingkat nasional.

Sebab, Melayu bukan sekadar nama, tanjak bukan sekadar pakaian, dan adat bukan sekadar warisan. Semuanya adalah identitas, marwah, dan jati diri yang harus terus dijaga.

Dengan semangat Bertanjak, Beradat, Bermarwah, Gebyar Batu Bara Bertanjak 2026 menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus bukti bahwa warisan budaya Melayu dapat terus hidup, berkembang, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Artikel ini telah dibaca 31 kali

Iklan 2
Baca Lainnya

Bupati Batu Bara Hadiri Semarak Hari Jadi ke-59 Desa Simpang Dolok

2 September 2026 - 14:08 WIB

Sambut Hari Jadi Desa Simpang Dolok, Wabup Syafrizal Hadiri Kenduri Kampung

28 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Polres Batu Bara Gelar Maulid Nabi 1448 H, Santuni Anak Yatim dan Santri

27 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Perlombaan Tradisional di INALUM Penuh Keceriaan

19 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Forkopimda Batu Bara Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Pejuang

17 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Bupati Baharuddin Dukung Pelestarian Budaya Melayu Melalui Gebyar Bertanjak Jilid 7 Tahun 2026

7 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Trending di Budaya
Iklan 1
Presiden RI 2024