Menu ✖

Mode Gelap

Budaya · 16 Okt 2026 00:03 WIB

Warisan Leluhur di Panggung Batu Bara Bertanjak, Debus Kombang Bungo Curi Perhatian


 Warisan Leluhur di Panggung Batu Bara Bertanjak, Debus Kombang Bungo Curi Perhatian Perbesar

BATU BARA, Bundarantimes.com— Di tengah gemerlap hiburan modern, Debus Kombang Bungo tetap berdiri sebagai simbol ketangguhan tradisi dan kekayaan spiritual masyarakat Melayu Batu Bara. Atraksi seni tradisional yang mengandalkan ketangkasan dan keberanian ini sukses mencuri perhatian dalam rangkaian Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII Tahun 2026, hari keenam, di kawasan Istana Niat Lima Laras, Kecamatan Nibung Hangus, Kamis (15/10/2026).

Penampilan Debus Kombang Bungo bukan sekadar menyuguhkan tontonan yang mendebarkan. Lebih dari itu, kesenian yang berasal dari Desa Bandar Sono, Kecamatan Nibung Hangus, tersebut menjadi pengingat bahwa warisan leluhur memiliki nilai sejarah, spiritual, dan budaya yang patut dijaga di tengah perubahan zaman.

Ketua Panitia Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII Tahun 2026, Darmawan Sarianto, mengatakan bahwa kehadiran Debus Kombang Bungo dalam perhelatan budaya tersebut merupakan salah satu upaya memperkenalkan kembali kesenian tradisional Melayu kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, Debus Kombang Bungo merupakan bagian dari kekayaan budaya Melayu Batu Bara yang memiliki daya tarik tersendiri. Kesenian ini dikenal melalui atraksi para pemain yang mempertunjukkan ketangkasan menggunakan senjata tajam, termasuk menusukkan besi bermata satu ke bagian tubuh seperti lengan dan perut.

“Atraksi Debus Kombang Bungo kerap memukau penonton yang menyaksikannya. Kesenian ini menjadi salah satu warisan budaya yang perlu terus diperkenalkan dan dilestarikan agar tidak hilang ditelan zaman,” ungkap Darmawan.

Ia menjelaskan, dalam setiap pertunjukan, Debus dipimpin seorang khalifa yang bertugas membacakan kalimat janji, doa, serta permohonan kepada Allah SWT agar para pemain diberikan keselamatan selama atraksi berlangsung.

Ritual tersebut menjadi bagian dari tradisi yang melekat dalam pertunjukan Debus Kombang Bungo, sekaligus mencerminkan dimensi spiritual yang menyertai perjalanan kesenian tersebut dalam kehidupan masyarakat setempat.

Darmawan menambahkan, penampilan Debus Kombang Bungo pada hari keenam Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memberikan ruang bagi kesenian lokal agar semakin dikenal luas.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mengenang cerita masa lalu. Diperlukan ruang pertunjukan, keterlibatan masyarakat, serta kepedulian generasi muda agar kesenian tradisional tetap hidup dan menjadi kebanggaan daerah.

Melalui panggung Gebyar Batu Bara Bertanjak, Debus Kombang Bungo kembali menunjukkan bahwa di balik setiap gerak dan atraksinya, tersimpan jejak sejarah serta identitas budaya Melayu yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kehadirannya di Istana Niat Lima Laras pun menjadi penegasan bahwa Batu Bara tidak hanya kaya akan adat dan tradisi, tetapi juga memiliki khazanah seni budaya yang layak dirawat, diperkenalkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang. (Red)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Iklan 2
Baca Lainnya

Mereka yang Membuka Jalan: Mengukir Sejarah Kebangkitan Melayu Melalui Batu Bara Bertanjak

13 Oktober 2026 - 23:12 WIB

Menjunjung Marwah, Merawat Warisan: Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid 7 Menggema

11 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Bupati Batu Bara Hadiri Semarak Hari Jadi ke-59 Desa Simpang Dolok

2 September 2026 - 14:08 WIB

Sambut Hari Jadi Desa Simpang Dolok, Wabup Syafrizal Hadiri Kenduri Kampung

28 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Polres Batu Bara Gelar Maulid Nabi 1448 H, Santuni Anak Yatim dan Santri

27 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Perlombaan Tradisional di INALUM Penuh Keceriaan

19 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Trending di Budaya
Iklan 1
Presiden RI 2024