Paritohan, Bundarantimes.com – PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) bersama Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemberdayaan masyarakat sebagai garda terdepan di tingkat lokal. (11/5/2026).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan teknis, serta pembentukan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang dilaksanakan pada 21–22 April 2026 di Pendopo Kantor Bupati dan Lapangan Bukit Inspirasi Doloksanggul.
Langkah ini menjadi respons atas ancaman karhutla yang hampir terjadi setiap tahun dan berdampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas sosial ekonomi warga.
Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan menegaskan bahwa pencegahan dini merupakan langkah paling efektif dalam meminimalisir risiko kebakaran hutan dan lahan.
“Karhutla adalah ancaman nyata yang harus kita hadapi bersama. Pencegahan adalah langkah paling efektif. Saya berharap para peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi, pelatihan teknis, serta simulasi penanganan kebakaran secara langsung. Selain itu, INALUM bersama pemerintah daerah membentuk lima kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berasal dari lima desa sebagai ujung tombak pencegahan karhutla di tingkat lokal.
Sebagai bentuk dukungan konkret, INALUM turut menyerahkan bantuan peralatan pemadaman sederhana kepada masing-masing kelompok MPA berupa jet shooter, gepyok, garu tajam, serta perlengkapan pendukung seperti sepatu boot, kaos, dan topi.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat respons masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Momentum kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Bumi pada 22 April, yang semakin memperkuat pesan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan secara kolektif.
Kepala Divisi Konservasi dan Penghijauan INALUM, Sunarno A. Rakino menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menekan risiko karhutla secara berkelanjutan.
“Peringatan Hari Bumi menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kita bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat merupakan langkah strategis untuk memastikan hutan dan lahan tetap terjaga serta memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen INALUM dalam menerapkan prinsip keberlanjutan (ESG), khususnya pada aspek lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Ke depan, INALUM akan terus mendorong kolaborasi multipihak guna menciptakan dampak positif yang berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.














