Menu

Mode Gelap

News · 17 Jun 2022 11:05 WIB

Penghasil Cabai Terbesar Kedua di Sumut, Pemkab Batu Bara Gelar FGD Menuju Major Project


 Wakil Bupati Batu Bara, Oky Iqbal Frima, S.E dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Batu Bara, Arif Hanafiah, S.STP Perbesar

Wakil Bupati Batu Bara, Oky Iqbal Frima, S.E dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Batu Bara, Arif Hanafiah, S.STP

BATUBARA,Bundarantimes.com – Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalaui Dinas Koperasi Usaha kecil menengah (UKM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Aula Bupati Baru Bara, Kamis (16/06)

FGD ini bertujuan sebagai persiapan Major Project pengelolaan terpadu komoditas cabai merah.

Kegiatan ini turut dihadiri Perencana Ahli Madya Direktorat Pengembangan UMKM dan Koperasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bapennas RI Eli Dinayanti, Tenaga Ahli Deputi Bidang UKM Kementerian Koperasi dan UKM, Budi Suhastian, Asisten II Pemkab Batubara Drs. Sahala Nainggolan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Arif Hanafiah, beserta para Kepala OPD Batubara.

Bupati Batu Bara, Ir. H. Zahir, M.AP yang diwakili oleh wakilnya Oky Iqbal Frima, S.E,mengatakan bahwa Kabupaten Batu Bara merupakan daerah penghasil cabai merah terbesar kedua di Sumatera Utara. Komoditas cabai merah adalah produk andalan di Kabupaten Batu Bara dengan luas lahan panen 1.017,75 Hektar dan mempunyai produksi cabai merah sebesar 15.654,58 ton pada tahun 2021 Kabupaten Batubara mempunyai produksi cabai merah sebesar 15.654,80 TON/Tahun.

“Oleh karenanya, kami pemerintah Batubara bermohon kepada pemerintah pusat melalui kementerian Koperasi dan UKM RI dan Bapennas RI agar dapat di bangun rumah produksi klaster cabai merah di Kabupaten Batubara,”Harapnya,

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Batu Bara, Arif Hanafiah, S.STP menilai, jika rumah produksi ini dibangun, tentu akan meningkatkan pendapatan masyarakat secara bersama-sama dalam naungan Koperasi tersebut.

Selain itu juga, Factory Sharing ini dapat dikombinasikan dengan program makmur yaitu salah satu program unggulan kementerian BUMN RI.

“Kita tahu bahwa Program MAKMUR merupakan ekosistem bagi petani yang menghubungkan dengan segala kebutuhan teknologi pertanian, lembaga keuangan, asuransi, agri input, offtaker juga pemerintah daerah,” Tuturnya.

Terakhir, dikatakan Arif, semoga dengan FGD ini dapat menjadi wadah, dimana seluruh pemangku kepentingan dapat saling bertukar pandangan dan pada akhirnya memiliki satu keyakinan bersama bahwa Kabupaten Batubara memang tepat dijadikan sebagai lokasi Major Project rumah produksi bersama klaster cabai merah.

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Redaksi

Iklan 1
Iklan 2
Baca Lainnya

Gubsu Periode 2008-2011 Syamsul Arifin Wafat, Hassanudin Sampaikan Belasungkawa

17 Oktober 2023 - 18:55 WIB

Mantan Gubsu Dato’ Seri H. Syamsul Arifin Wafat

17 Oktober 2023 - 13:58 WIB

HUT ke -78 TNI, Yonif 126 Kala Cakti Terima Kejutan Dari Polres Batu Bara

5 Oktober 2023 - 12:08 WIB

Menang Putaran Kedua, Hendry CH Bangun Terpilih Menjadi Ketua PWI Pusat 2023-2028

27 September 2023 - 09:05 WIB

Sidang WIPO ke-64, Menkumham Sampaikan Dukungan Indonesia terhadap Pemajuan Kekayaan Intelektual Global

7 Juli 2023 - 07:23 WIB

Pemilik Bengkel di Batu Bara Terbakar Saat Service Motor RX King, Begini Kondisinya

5 Juli 2023 - 17:20 WIB

Trending di Daerah