Menu

Mode Gelap
Rakercab Repdem 5 Kabupaten Tegaskan Hattrick 2024 Bane Goes To School, Bane Raja Manalu Motivasi Pelajar SMA Negeri 1 Tanjung Tiram Bane Raja Manalu Kabulkan Kekayaan Intelektual Pelaku UMKM di Batu Bara, 7 Sertifikat Merek Diberikan Laksanakan Perintah Kapolri, 7 Tersangka Perjudian Ditangkap Polres Batu Bara BNNK Batu Bara Gelar Workshop P4GN Bersama Pemerintah dan Lapas 

News · 15 Sep 2022 11:36 WIB ·

Perseteruan TNI dan Efendi, EKS Ketua HMI Sumut Minta Presiden Jokowi Copot KSAD


 Badko HMI Sumut, M. Alwi Hasbi Silalahi, menilai tidak sepantasnya ini terjadi di Negara Demokrasi (Foto: Dok/Bundarantimes) Perbesar

Badko HMI Sumut, M. Alwi Hasbi Silalahi, menilai tidak sepantasnya ini terjadi di Negara Demokrasi (Foto: Dok/Bundarantimes)

SUMUT, Bundarantimes.com – Viralnya perseteruan antara TNI dan Effendi simbolon mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, tanpa terkecuali Eks Ketua Umum Badko HMI Sumut, M. Alwi Hasbi Silalahi, menilai tidak sepantasnya ini terjadi di Negara Demokrasi.

Bukan tanpa Alasan, Alwi Hasbi menuturkan bahwa langkah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memerintahkan jajaran TNI AD untuk mengecam pernyataan Effendi Simbolon, dinilai telah membawa militer ke ranah politik.

Hasbi menyatakan, Seorang KSAD seharusnya tidak membawa gaduh, apalagi memprovokasi anggota TNI.

Menurutnya, dalam era Demokrasi saat ini, langkah KSAD Dudung yang memberikan pernyataan, memerintahkan anggota TNI, memanas-manasi, sudah tidak lazim lantaran TNI merupakan alat Negara dalam menjaga pertahanan.

“Saya melihat Dudung Abdurrachman ini selalu buat gaduh, kemarin masalah pencopotan Baleho, sekarang masalah provokasi, jelas, kapasitas beliau tidak pantas mempin KSAD,” tegasnya. (15/9/2022).

Hasbi juga menarik benang merah permasalahan terjadi pada rapat paripurna yang disampaikan Efendi Simbolon sudah benar. Sesuai tupoksi Komisi 1.

Menurutnya, hal itu wajar adanya, karena sesuai tugas pokok dan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Pun kata Hasbi, Hal tersebut bukanla dilakukan secara tendensi pribadi, melainkan dalam rapat resmi yang dibahas dan didengar oleh seluruh anggota DPR-RI.

Oleh karenanya, kata Hasbi, TNI adalah alat pertahanan Negara, dan DPR adalah Instansi yang mengawasi, maka sebaiknya masalah ini jangan di besar-besarkan, harusnya Dudung yang selaku pimpinan KSAD, dengan kepala dingin, mengatasi permasalahan ini, bukan dengan provokatif.

Iklan 1
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pelaku UMKM di Karo Antusias Perkenalkan Produknya Kepada Bane Raja Manalu

8 September 2022 - 21:55 WIB

KORPUS API Sumut Mendesak Kapoldasu Berantas Judi Togel Di Belawan, Diduga Milik Oknum Ini

22 August 2022 - 23:55 WIB

Lapas Labuhan Ruku Serahkan Remisi Umum Di Hari Kemerdekaan, 1.210 Disetujui, 21 Orang Bebas

17 August 2022 - 19:29 WIB

Sebanyak 1.179 Narapidana Lapas Labuhan Ruku Peroleh Remisi di HUT RI Ke 77 Tahun

17 August 2022 - 07:12 WIB

Kapolda Sumut Acak-acak Sarang Judi, Tokoh Sumut : Masyarakat Harus Dukung Penuh

9 August 2022 - 13:34 WIB

Dituduh Pungli Sama Pendemo, Kanit Markas Polairud  Bantah : Mana Buktinya

9 August 2022 - 13:17 WIB

Trending di News