Menu

Mode Gelap
Rakercab Repdem 5 Kabupaten Tegaskan Hattrick 2024 Bane Goes To School, Bane Raja Manalu Motivasi Pelajar SMA Negeri 1 Tanjung Tiram Bane Raja Manalu Kabulkan Kekayaan Intelektual Pelaku UMKM di Batu Bara, 7 Sertifikat Merek Diberikan Laksanakan Perintah Kapolri, 7 Tersangka Perjudian Ditangkap Polres Batu Bara BNNK Batu Bara Gelar Workshop P4GN Bersama Pemerintah dan Lapas 

Daerah · 23 Sep 2022 23:56 WIB ·

Bane Raja Manalu: Kemenkumham Lakukan Reformasi Birokrasi untuk Kemudahan Pelayanan Publik


 Bane Raja Manalu, Stafsus Kemenkumham (Foto: Dok/Bundarantimes) Perbesar

Bane Raja Manalu, Stafsus Kemenkumham (Foto: Dok/Bundarantimes)

SIMALUNGUN, Bundarantimes.com – Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM, Bane Raja Manalu, terus menggiatkan sosialisasi Kekayaan Intelektual dalam rangka penguatan pelayanan publik. Kali ini sosialisasi kepada pelaku UMKM di Siantar-Simalungun yang dilaksanakan di Hotel Grand Tamaro, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, Kamis (22/9/2022).

“Mendaftarkan merek terlindungi negara. Secara hukum merek kita terlindungi. Bahwa tujuan mendaftarkan kekayaan intelektual, mendapatkan sertifikat merek dan cipta adalah untuk komersialisasi. Kalau sertifikatnya sudah keluar, nilai produknya akan lebih mahal. Sertifikat merek menjadi penguat dalam usaha,” ujar Bane Raja Manalu.

Bane menegaskan, Kementerian Hukum dan HAM terus melakukan inovasi untuk memudahkan pelayanan kepada publik. Ketika masyarakat atau pelaku UMKM mengusulkan merek, Kemenkumham memberikan masukan nama merek yang didaftarkan bisa diterima. Hal itu juga yang ditekankan Presiden Jokowi melalui Menteri Hukum dan HAM bahwa Kemenkumham sudah melakukan reformasi birokrasi. Pelayanan publik itu intinya adalah untuk memudahkan masyarakat, mudah, murah, dan cepat.
Bane mengingatkan bahwa merek harus mudah diingat. Saat suatu produk memiliki merek, hal itu akan membuat produk tersebut lebih bernilai.
“Kalau kita ada aset jangan menjadi aset yang tidur. Kalau sudah punya merek, dalam produk juga harus ada value (nilai, red). Value itu akan sampai kepada calon pembeli. Harus ada cerita yang dibangun dalam sebuah produk. Tanamkan value, kualitas, bahan dasar yang digunakan, proses unik atau movement yang selalu berkembang bersama brand. Bentuklah citra yang akan dikenal di benak konsumen,” pungkas alumni Universitas Indonesia ini.

Misalnya warung banteng. Memproduksi pakaian kaos. Dalam usaha tersebut ada value yang dibangun. Setiap produk yang dijual, pembeli sudah turut membantu pendidikan di Indonesia khususnya di Sumatera Utara. Karena setiap produk yang dibeli, 10 persennya dialokasikan untuk pendidikan wong cilik. Ada 100 anak di Sumut yang menerima beasiswa dari Warung Banteng.

Lebih lanjut, Bane menerangkan bahwa sertifikat merek bisa dijaminkan di bank sebagai fidusia.Peraturan pemerintah nomor 24 tahun 2022 yang merupakan keberpihakan pemerintah kepada semua pelaku UMKM. Besarkan produk, namanya makin harum, makin besar. Semakin besar produk, juga semakin besar pinjaman ke Bank. Inilah tujuan pemerintah.

“UMKM harus berbadan hukum. Memiliki akses memperoleh pinjaman permodalan dari perbankan. Dapat menjadi penerima bantuan pemerintah,” pungkas Bane yang juga Komisaris Waskita Realty.

Iklan 1
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Menhub Berkunjung Ke Batu Bara, Bupati Zahir: Pemkab Siap Bersinergi

25 September 2022 - 19:17 WIB

Rakercab Repdem 5 Kabupaten Tegaskan Hattrick 2024

25 September 2022 - 19:11 WIB

Bane Raja Manalu Motivasi Pelajar SMA Negeri 1 Girsang untuk Menjadi Orang Sukses

22 September 2022 - 22:38 WIB

Family Gathering, Lapas Labuhan Ruku Kanwil Sumut kunjungi Pulau Pandang Batu Bara

19 September 2022 - 20:47 WIB

Penyampaian Ranperda Propemperda 2023, Ini Kata Rizky Aryetta

19 September 2022 - 20:39 WIB

Dukung Penghijauan di Desa Simodong, Bupati Zahir Tanam Bibit Pohon Pinang

19 September 2022 - 14:44 WIB

Trending di Daerah