BATU BARA, Bundarantimes.com – Dari pesisir Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, sebuah perjalanan besar industri aluminium Indonesia telah berlangsung selama puluhan tahun. Di tengah masyarakat pesisir yang ramah dan kehidupan yang dekat dengan laut, berdiri industri yang menghubungkan potensi lokal dengan kebutuhan dunia.
INALUM didirikan pada 6 Januari 1976 dan pabrik peleburan aluminium di Kuala Tanjung mulai beroperasi pada 1982. Sejak saat itu pula, Kuala Tanjung menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan industri aluminium nasional.
Alhamdulilah, perjalanan tersebut memasuki babak baru. Hilirisasi mendorong Indonesia tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mengolahnya menjadi produk bernilai tambah dari bauksit menjadi alumina, kemudian aluminium, hingga berbagai produk turunannya, semakin mendunia.
INALUM sebagai bagian dari Grup MIND ID memiliki posisi strategis dalam rantai nilai tersebut. Pengembangan industri alumina dan aluminium menjadi langkah untuk memperkuat kapasitas nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pengolahan di luar negeri.
Menariknya, perjalanan itu tetap memiliki akar yang kuat di Batu Bara. Kuala Tanjung menjadi titik temu antara kekayaan alam, masyarakat pesisir, teknologi dan industri modern.
Dari sinilah, nilai tidak hanya berhenti menjadi produk. Ia bergerak menjadi lapangan kerja, industri pendukung, investasi dan peluang ekonomi yang lebih luas.
Pada akhirnya, hilirisasi bukan hanya membangun pabrik. Hilirisasi adalah mengubah kekayaan alam Indonesia menjadi kemampuan industri yang mampu bersaing di dunia.
Dari Kuala Tanjung, Batu Bara, untuk Indonesia. Dari Indonesia, menuju dunia. (Alvian Khomeini)















